Main Menu  

   

Facebook MS Aceh  

   

   


Ketua MS Calang Bersama Masyarakat Aceh Jaya Bersilaturrahmi dengan Kapolda Aceh | (16/5)

Ketua MS Calang Bersama Masyarakat Aceh Jaya Bersilaturrahmi dengan Kapolda Aceh 

Kapolda Aceh Irjen Pol Drs. Herman Effendi

Calang | Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Aceh, Irjen Pol Drs. Herman Effendi, dan rombongan dalam rangka kunjungan kerja ke Polres Aceh Jaya, pada hari Rabu, tanggal 01 Mei 2013, pukul 15.00 WIB, juga menyempatkan untuk bersilaturrahmi dan tatap muka dengan Ketua DPRK, Pejabat Daerah dan Pimpinan SKPK setempat, Muspida dan Muspida Plus serta tokoh masyarakat Kabupaten Aceh Jaya, yang bertempat di aula DPRK Aceh Jaya, Jalan Mahkota Kuala Meurisi, Calang.

Ketua Mahkamah Syar’iyah Calang, dalam hal ini diwakili oleh Wakil Ketua, Drs. Husaini, SH, yang juga termasuk salah seorang anggota Muspida Plus mendapat penghormatan untuk menghadiri acara dimaksud, berdasarkan Surat Undangan Sekda Kabupaten Aceh Jaya Nomor: 005/927/2013 tanggal 29 April 2013.

Setelah acara dibuka oleh Sri Teti Wardani, SE sebagai Protokol, pembacaan ayat-ayat suci al-Qur’an dan shalawat badar oleh Tgk. Tarmizi serta menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan kata-kata sambutan. Mengawali sambutan disampaikan oleh Sekda Kabupaten Aceh Jaya, Drs. T. Irfan TB, mewakili Pemerintah Kabupaten setempat.  “Kami memohon beribu maaf kepada Bapak Kapolda Aceh karena acara ini tidak dapat ikut serta dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati, karena kedua beliau tersebut dalam seminggu ini masih mengikuti acara dinas dan Diklat di Jakarta”, mengawali sambutan Sekda. Beliau mengucapkan terima kasih banyak kepada Kapolda dan rombongan untuk dapat bersilaturrahmi dan bertatap muka dengan masyarakat Aceh Jaya, semoga kehadiran Kapolda selama sehari ini dapat memberi keamanan dan ketenangan tersendiri bagi masyarakat Aceh Jaya. Selain itu beliau juga menjelaskan tentang geografis dan penghasilan serta penduduk Aceh Jaya yang saat ini berjumlah 83.211 orang pada tahun 2013 dan tahun 2014 telah siap untuk mengikuti percaturan politik, guna memilih Presiden dan Wakil Presiden serta anggota Legislatif (baik pada tingkat pusat maupun Daerah). ”Partai politik dari Aceh Jaya yang akan ikut serta dalam Pemilu yang akan datang berjumlah 15 partai, yang terdiri dari 3 partai lokal dan 12 partai nasional, tambah Sekda”.

Mewakili tokoh masyarakat Aceh Jaya, disilahkan pula Bapak Teuku H. Hamdani. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa menjelang menghadapi persaingan politik pada tahun 2013 dan 2014 yang akan datang masyarakat Aceh Jaya menghadapinya dengan tenang dan aman yang terkendali serta tidak membuat kegaduhan, dibandingkan dengan daerah lain di luar Aceh Jaya ada sebagian Bacaleg yang diperlukan pengamanan khusus dari Kepolisian. Hal tersebut menurut beliau, bahwa Dandim dan Kapolres yang bertugas di Aceh Jaya saat ini sangat sinerji dan kompak dalam menjalankan tugasnya masing-masing di Aceh Jaya. ”Untuk itu beliau mewakili tokoh masyarakat Aceh Jaya sangat mengharapkan kepada Bapak Dandim dan Kapolres serta semua anggotanya masing-masing yang bertugas di Aceh Jaya lebih meningkatkan lagi peran dan tugasnya dalam menjaga keamanan di Aceh Jaya, lebih-lebih lagi menjelang persaingan politik nantinya”, tambah mantan Ketua Pertama DPRK Aceh Jaya dan sekarang juga sebagai Anggota DPR Aceh Antara Waktu dari Partai PPP.

Dalam arahan dan bimbingan Kapolda Aceh, Bapak Irjen Pol Drs. Herman Effendi, pertama-tama beliau memperkenalkan para pejabat Polda Aceh yang ikut hadir, lalu menyampaikan program-program yang telah dikerjakan dan yang akan dikerjakan oleh Polda Aceh. ”Selain program-program yang akan dicanangkan untuk masa berikutnya, Polda Aceh sekarang ini juga melanjutkan program Kapolda sebelumnya, yaitu sawoe sikula, sawoe kudee kuphi, sawoe meunasah, dan sawoe gampong”, ujar Bapak Irjen Pol Drs. Herman Effendi yang baru bertugas sebagai Kapolda Aceh sekitar 3 bulan lalu. Dalam arahan ini Bapak Kapolda Aceh juga menyampaikan antara lain sebagai berikut:

1. Beliau bertugas di Aceh bukan hanya kali ini, tetapi pada tahun 2007 selama 6 bulan beliau juga pernah bertugas di Aceh sebagai Waka

    Polda Aceh. Dalam waktu yang dianggap singkat tersebut juga memberikan kesan yang luar biasa, yaitu memperoleh gelar satu bintang.

2. Polda Aceh saat ini sedang giat-giatnya melakukan pencegahan KKN, baik pada tingkat Polda maupun pada tingkat di bawahnya, yaitu

    Polres dan Polsek. Untuk menghindari KKN tersebut, maka penggunaan keuangan harus dilakukan secara transparansi, selanjutnya

    pertanggungjawabannya disampaikan ke publik melalui media massa.

3. Saat ini Polda Aceh sedang mengadakan penyeleksian bagi pemuda dan pemudi untuk menjadi Calon Bintara dan Calon Tamtama atau

    Calon Polisi. Kepada masyarakat diminta untuk melaporkan ke Polda Aceh terhadap calo-calo yang bermain dalam penyeleksian tersebut

    dengan mengiming-imingkan lulus dan meminta sejumlah uang.

4. Selain menerima laporan calo-calo tersebut, saat ini Polda Aceh juga telah membuka pelayanan keluhan masyarakat via SMS dengan

    nomor 3931. Apabila datang langsung di Polda Aceh untuk menerima hal tersebut juga telah disiapkan gedung khusus yang berwarna

    abu-abu. Dengan membuka pelayanan keluhan masyarakat tersebut maka Polda Aceh dapat meresponi hal-hal yang diinginkan oleh 

    masyarakat Aceh, sekaligus untuk peningkatan tugas Polda Aceh.

5. Tentang pelanggaran hukum yang terbukti menurut hukum yang dilakukan oleh anggota kepolisian Polda Aceh juga tidak segan-segan

    untuk menjatuhkan sanksinya. Saat ini ada 11 personil polisi yang terlibat narkoba yang siap dijatuhi sanksi berupa diberhentikan/dipecat

    secara tidak hormat.

Foto bersama setelah acara Silaturrahmi

Setelah arahan dan bimbingan dilanjutkan pula dengan tanya jawab/dialog antara Kapolda Aceh dengan masyarakat Aceh Jaya yang hadir. Di antara pertanyaannya adalah: 1. Melihat realita tahun-tahun lalu, mengapa calon Polisi dan TNI yang ikut tes berasal dari Aceh Jaya tidak lulus, dimana kelemahannya? 2. Anggota Polisi yang ditempatkan di Aceh Jaya mohon warga yang berasal dari Aceh Jaya atau Aceh secara umum, agar mereka lebih mengikuti kultur dan budaya masyarakat Aceh. 3. Korban tsunami dan konflik Aceh mohon ditempatkan di Polda Aceh atau di Polres.

Menjawab dan menanggapi pertanyaan-pertanyaan tersebut Kapolda memberikan jawaban dan penjelasan sebagai berikut :

1. Berdasarkan laporan dari Kapolres Aceh Jaya, bahwa calon Polisi tahun ini yang mendaftar melalui Polres Aceh Jaya sebanyak 79 orang.

    Diharapkan di antara mereka dapat lulus dalam penyeleksian tersebut.

2. Sistem perengkrutan kelulusan calon Polisi saat ini mengikuti rangking nasional dan daerah. Sedangkan penempatannya pertama-tama

    disesuaikan dengan kuota Polres tempat pendaftaran asal, lebih dari itu baru ditempatkan ke Polres lain, ataupun bisa ke luar Aceh.

3. Membantu korban tsunami dan konflik Aceh sejak pasca musibah tsunami telah dijalani oleh Polda Aceh terhadap pemuda-pemudi yang

    berasal dari Aceh, baik tentang kelulusan maupun naik jabatan dan pangkat dari Polisi yang berasal dari Aceh.

4. Usul dan saran lainnya akan dipertimbangkan kemudian setelah dikaji ulang.

Mengakhiri acara tersebut, menjelang shalat ashar, pembacaan doa dipimpin oleh Kepala KUA Kecamatan Krueng Sabee Kabupaten Aceh Jaya.

(Tim Redaksi/Husaini).

Comments   

 
0 # AHP - MS Aceh 2013-05-16 13:17
Mantap. Inilah pimpinan yang bersinergi dan membangun koordinasi secara lintas sektoral di daerah. Semoga MS Calang semakin maju dan sukses selalu.
Reply | Reply with quote | Quote
 

Add comment

Security code
Refresh

   

Pilih Bahasa  



   

   

Data Pengunjung  

Free counters!

   
NO IMAGES images/headers

© 2010 Mahkamah Syar'iyah Aceh Jl. T. Nyak Arief, Komplek Keistimewaan Aceh Tlp. (0651) 7555976, Fax.(0651) 7555977 Banda Aceh.