Main Menu  

   

Facebook MS Aceh  

   

   
Kesalahan
  • Galat memuat data pengumpan


Bintal pada MS Aceh : Hidup harus seimbang antara duniawi dan ukhrawi | (07/5)

Bintal pada MS Aceh :  Hidup harus seimbang antara duniawi dan ukhrawi

Banda Aceh | ms-aceh.go.id

Sebagaimana biasanya, pada setiap hari Jum’at ba’da shalat Ashar dilaksanakan ceramah agama yang bertempat di mushalla Mahkamah Syar’iyah Aceh. Kegiatan ceramah tersebut dihadiri oleh Ketua, Wakil Ketua, Hakim Tinggi,  pejabat struktural dan fungsional serta pegawai lainnya.

Yang tampil sebagai penceramah pada hari Jum’at tanggal 3 Mei 2013 adalah Ustadz Muhibuthibri, S. Ag, pegawai Dinas Syari’at Islam Aceh. Dalam ceramahnya, Ustadz kita ini menyampaikan tentang keseimbangan antara duniawi dan ukhrawi.  Ustadz menjelaskan bahwa untuk mencapi kehidupan hasanah di dunia dan hasanah di akhirat,  maka seseorang harus melakukan keseimbangan antara bekerja untuk dunia dan beramal untuk akhirat.

“Kita bekerja untuk kehidupan di dunia, tetapi kita juga harus beramal untuk kehidupan dia akhirat,” kata Ustadz mengingatkan.

Dalam uraiannya, Ustadz mengatakan bahwa dalam mengharungi kehidupan di dunia ini terdapat 3 (tiga) type manusia, yaitu :

Pertama, manusia yang hanya mementingkan kehidupan dunia tanpa menghiraukan kehidupan akhirat. Manusia yang seperti ini adalah orang yang berusaha tanpa mengenal lelah untuk mencapai kebahagian di dunia dengan cara mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya.

Dalam usahanya, tidak memperhitungkan halal atau haram atau dengan kata lain, jangankan yang halal, yang harampun susah.

“Orang yang hidupnya hanya untuk dunia adalah kesenangan sementara,” tandas Ustadz menjelaskan.

Kedua, manusia yang hanya mementingkan akhirat semata. Orang yang seperti ini hanya beribadah saja tanpa memikirkan kehidupan dunia. Menurut Ustadz, dunia dan segala isinya diciptakan Allah untuk mazra’ah (bercocok tanam) guna kesenangan akhirat. Oleh karena itu, sangat keliru apabila orang hanya beribadah saja tanpa disertai dengan usaha untuk mencapai kesenangan dunia.

“Dunia ini adalah amanah kepada kita untuk menjaga dan memeliharanya dengan baik agar dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kehidupan kita dan generasi yang akan datang,” imbuh Ustadz.

Ketiga, manusia yang berkarya untuk dunia dan beramal untuk akhirat. Salah satu konsep dalam menggapai dunia dan akhirat adalah, berkaryalah untuk dunia seolah-olah kamu hidup selama-lamanya dan beramallah unuk akhirat seakan-akan kematianmu esok hari.  

Ustadz mengutip al-Qur’an surat al-Qashas ayat 77 yang artinya, Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.

“Kita beramal sebanyak-banyaknya agar ada bekal di akhirat, tetapi kita harus berusaha dengan sungguh-sungguh dengan cara yang halal untuk mencapai kesenangan dunia,” kata Ustadz memberi nasehat kepada jamaah seraya menutup tausiyahnya.     

(AHP)

Comments   

 
0 # indra Suhardi Ms Sab 2013-05-07 17:11
Nampak para hakim dan pegawai MS Aceh sangat khusyu' mendengarkan ceramah ustaz yg bermaterikan keseimbangan hidup dunia dan akhirat, yang dilengkapi pakaian seragam batik sehingga membuat suasana tambah sejuk dan segar. Memang seringkali dalam Al-qur'an mengajak umat ini untuk hidup seimbang dunia dan akhirat. itulah kehidupan yang baik.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
0 # Khairil Jamal Ms.Mrd 2013-05-07 15:56
Ceramah ustad tersebut memberi peringatan yang sangat dalam bagi kita, karena hidup ini bukan saja untuk dunia dan bukan pula melulu untuk akhirat tapi keseimbanganman tara dunia dan akhirat sanat di utamakan.
Reply | Reply with quote | Quote
 

Add comment

Security code
Refresh

   

Pilih Bahasa  



   

   

Data Pengunjung  

Free counters!

   
NO IMAGES images/headers

© 2010 Mahkamah Syar'iyah Aceh Jl. T. Nyak Arief, Komplek Keistimewaan Aceh Tlp. (0651) 7555976, Fax.(0651) 7555977 Banda Aceh.

Putusan MS Aceh Terkini di Direktori Putusan MARI